AERODINAMIKA PESAWAT PDF

Sedangkan pada saat pesawat take off dan landing, terjadi akselerasi dan deselerasi yang dapat dijelaskan menggunakan Hukum II Newton total gaya adalah sama dengan massa dikalikan dengan percepatan. Pada saat take off, pesawat mengalami akselerasi dalam arah horizontal dan vertikal. Pada saat ini, L harus lebih besar dari W, demikian juga T lebih besar dari D. Dengan demikian diperlukan daya mesin yang besar pada saat take off. Gagal take off bisa disebabkan karena kurangnya daya mesin karena berbagai hal: kerusakan mekanik, human error, gangguan eksternal, dsb , ataupun gangguan sistem pada pesawat.

Author:Galmaran Shakalkree
Country:Sierra Leone
Language:English (Spanish)
Genre:Relationship
Published (Last):24 January 2006
Pages:85
PDF File Size:8.91 Mb
ePub File Size:9.80 Mb
ISBN:638-1-80032-552-6
Downloads:48755
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zulkicage



Anda di halaman 1dari 4 Cari di dalam dokumen Rabu, 13 Agustus - oleh : lahmudin Pada prinsipnya, pada saat pesawat mengudara, terdapat 4 gaya utama yang bekerja pada pesawat, yakni gaya dorong thrust T , hambat drag D , angkat lift L , dan berat pesawat weight W.

Sedangkan pada saat pesawat take off dan landing, terjadi akselerasi dan deselerasi yang dapat dijelaskan menggunakan Hukum II Newton total gaya adalah sama dengan massa dikalikan dengan percepatan. Pada saat take off, pesawat mengalami akselerasi dalam arah horizontal dan vertikal.

Pada saat ini, L harus lebih besar dari W, demikian juga T lebih besar dari D. Dengan demikian diperlukan daya mesin yang besar pada saat take off. Gagal take off bisa disebabkan karena kurangnya daya mesin karena berbagai hal: kerusakan mekanik, human error, gangguan eksternal, dsb , ataupun gangguan pada sistem kontrol pesawat.

Dibalik Terbangnya Pesawat Sebagian besar pesawat komersial saat ini menggunakan mesin turbofan. Turbofan berasal dari dua kata, yakni turbin dan fan. Komponan fan merupakan pembeda antara mesin ini dengan turbojet. Pada mesin turbojet, udara luar dikompresi oleh kompresor hingga mencapai tekanan tinggi. Selanjutnya udara bertekanan tinggi tersebut masuk ke dalam ruang bakar untuk dicampurkan dengan bahan bakar avtur.

Pembakaran udara bahan bakar tersebut akan meningkatkan temperatur dan tekanan fluida kerja. Fluida bertekanan tinggi ini selanjutnya dilewatkan melalui turbin dan keluar pada nosel dengan kecepatan sangat tinggi.

Gaya dorong T ini dimanfaatkan untuk bergerak dalam arah horizontal dan sebagian diubah oleh sayap pesawat menjadi gaya angkat L. Fan pada mesin turbofan berfungsi memberikan tambahan laju udara yang memasuki mesin melalui bypass air. Udara segar ini akan bertemu dengan campuran udara bahan bakar yang telah terbakar di ujung luar mesin.

Salah satu keuntungan penggunaan turbofan adalah dia mampu meredam kebisingan suara pada turbojet. Namun karena turbofan memiliki susunan komponen yang relatif kompleks, maka mesin jenis ini sangat rentan terhadap gangguan FOD Foreign Object Damage dan pembentukan es di dalam mesin.

Masuknya FOD seperti burung ke dalam mesin bisa menyebabkan kejadian fatal pada pesawat. Sayap pesawat memiliki kontur potongan melintang yang unik: airfoil. Pada airfoil, permukaan atas sedikit melengkung membentuk kurva cembung, sedangkan permukaan bawah relatif datar. Bila sekelompok udara mengenai kontur airfoil ini, maka ada kemungkinan bahwa udara bagian atas akan memiliki kecepatan lebih tinggi dari bagian bawah: hal ini disebabkan karena udara bagian atas harus melewati jarak yang lebih panjang permukaan atas airfoil adalah cembung dibandingkan udara bagian bawah.

Prinsip Bernoulli menyatakan bahwa semakin tinggi kecepatan fluida untuk ketinggian yang relatif sama , maka tekanannya akan mengecil. Dengan demikian akan terjadi perbedaan tekanan antara udara bagian bawah dan atas sayap: hal inilah yang mencipakan gaya angkat L. Penjelasan dengan prinsip Bernoulli ini masih menuai pro kontra; namun penjelasan ini pulalah yang digunakan Boeing untuk menjelaskan prinsip gaya angkat.

Penjelasan menggunakan Hukum III Newton menekankan pada prinsip perubahan momentum manakala udara dibelokkan oleh bagian bawah sayap pesawat.

Dari prinsip aksi? Sedangkan penjelasan menggunakan efek Coanda menekankan pada beloknya kontur udara yang mengalir di bagian atas sayap. Bagian atas sayap pesawat yang cembung memaksa udara untuk mengikuti kontur tersebut.

Pembelokan kontur udara tersebut dimungkinkan karena adanya daerah tekanan rendah pada bagian atas sayap pesawat atau dengan penjelasan lain: pembelokan kontur udara tersebut menciptakan daerah tekanan rendah.

Perbedaan tekanan tersebut menciptakan perbedaan gaya yang menimbulkan gaya angkat L. Meski belum ada konsensus resmi mengenai mekanisme yang paling akurat untuk menjelaskan munculnya fenomena gaya angkat, yang jelas sayap pesawat berhasil mengubah sebagian gaya dorong T mesin menjadi gaya angkat L. Kontrol Gerak Pesawat Pesawat terbang memiliki kemampuan bergerak dalam tiga sumbu, yakni pitch, roll, dan yaw.

Gerak naik turunnya hidung pesawat dikontrol oleh elevator, gerak naik turunnya sayap pesawat dikontrol oleh aileron, sedangkan gerak berbelok dalam bidang horizontal dikontrol oleh rudder yang berada di sirip fin pesawat. Selain itu, dibagian belakang sayap juga terdapat flap yang berfungsi membantu meningkatkan gaya angkat pada saat take off maupun mengurangi gaya angkat pada saat landing air brake.

Pada saat menjelajah cruise flap ini akan masuk ke dalam sayap untuk mengurangi gaya hambat D pesawat. Kecelakaan pesawat pada saat take off : beberapa kasus [1] Sebagian besar kecelakaan pesawat pada saat take off terjadi karena kegagalan fungsi mesin yang muncul karena berbagai sebab. Kegagalan fungsi mesin tersebut bisa disebabkan karena kerusakan pada komponen mesin itu sendiri, kerusakan pada daerah di dekat mesin yang berimbas pada mesin, kebocoran dan terbakarnya tanki bahan bakar, ataupun kerusakan sistem kontrol pesawat, ataupun human error.

Di bawah ini akan diberikan gambaran kasus kecelakaan pesawat pada saat take off. Air Florida Flight 90, Januari 13, , menewaskan 78 orang Air Florida Flight 90 menggunakan Boeing pada saat take off dari Bandara Washington dalam kondisi cuaca yang sangat dingin. Sesaat setelah take off, pesawat tersebut gagal untuk mencapai ketinggian, dan jatuh di Sungai Potomac setelah sebelumnya sempat menghantam 5 kendaraan di high way.

Dari penyelidikan, diduga pilot tidak mengaktifkan sistem anti-es. Pesawat memang berhasil mengudara, namun dia gagal mendapatkan ketinggian karena kurangnya daya pesawat. Air France Flight Concorde , menewaskan orang Sebelum musibah ini, penerbangan Concorde merupakan penerbangan teraman, karena belum mengalami satu pun musibah fatal.

Musibah ini ternyata mengubah perjalanan penerbangan Concorde selanjutnya; yang mungkin diperkuat dengan berbagai faktor lain, menyebabkan penerbangan ini ditutup selamanya. Penyelidikan atas kasus ini mengungkapkan bahwa terdapat lempeng titanium yang terjatuh dari penerbangan sebelumnya, yakni Continental Airlines DC 10, yang kemudian mengenai bagian roda Concorde.

Titanium tersebut mampu merobek ban Concorde, dan selanjutnya serpihan ban 4. Rambatan tekanan dan getaran akibat benturan tersebut mengkoyakkan tanki yang berisi penuh bahan bakar. Kedua mesin pesawat segera mati, dan Concorde jatuh menimpa sebuah hotel. Jumlah total korban meninggal pada kecelakaan ini sebanyak orang yang meliputi awak dan penumpang pesawat serta orang yang tertimpa pesawat. Karena berdekatan waktunya dengan tragedi September 11, sempat muncul dugaan bahwa "terorisme" merupakan penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Pesawat ini melaju di runway yang baru saja dilalui Boeing Melajunya objek sebesar pesawat terbang dengan kecepatan tinggi tentu saja menimbulkan turbulensi udara yang cukup intens. Turbulensi udara tersebut mengganggu jalannya Airbus A yang mencoba take off.

Pilot mencoba menggunakan rudder untuk mengendalikan jalannya pesawat, namun pilot terlalu jauh menggunakan rudder tersebut dan kemudian mengkoreksinya dengan menggerakkan rudder ke arah yang berlawanan: juga terlalu jauh.

Gerakan rudder yang sangat besar dan dalam waktu yang singkat tersebut mencipakan tegangan stress yang sangat besar di bagian ekor pesawat. Pada akhirnya bagian ekor pesawat tersebut patah, dan menyebabkan pilot kehilangan kontrol atas pesawat. Pihak Airbus dan American Airlines saling menyalahkan: di satu sisi American Airlines menuding Airbus menggunakan fly by wire pada rudder yang tidak biasa, yakni tekanan pada pedal penggerak rudder diset konstan pada berbagai kondisi kecepatan pesawat biasanya untuk kecepatan pesawat yang semakin besar, tekanan pedal untuk menggerakkan rudder juga semakin besar , di sisi lain, Airbus menuding American Airlines tidak melakukan pilot training yang sesuai dengan karakteristik pesawat Airbus.

Serupa dengan penjelasan pada paragraf sebelumnya, penyebab kecelakaan saat take off dan landing tersebut juga berasal dari berbagai sumber: human error, faktor eksternal, gangguang mesin, dll.

Mandala Airlines Flight Ada beberapa informasi dari media massa Suara Merdeka yang menyebutkan bahwa saksi mata melihat adanya asap hitam keluar dari bagian belakang pesawat. Juga penuturan penumpang yang selamat Tempo Interaktif yang menyebutkan bahwa mereka mendengar dentuman dan kemudian pesawat terasa kehilangan tenaga. Selain itu ada juga saksi mata yang menyebutkan bahwa pesawat terlihat seperti hendak berbelok sebelum akhirnya jatuh.

Beloknya arah pesawat bisa jadi disebabkan karena matinya salah satu mesin. Ketidakseimbangan gaya dorong bisa menyebabkan beloknya pesawat. Namun perlu digarisbawahi bahwa dari paparan sebelumnya bisa dimengerti bahwa kerusakan mesin bila benar terjadi demikian tersebut tidak semata-mata berkorelasi dengan umur pesawat.

Banyak faktor eksternal dan internal yang memungkinkan terjadinya kerusakan mesin. Dari paparan di atas dapat dilihat bahwa kecelakaan pesawat pada saat take off terjadi di berbagai negara, juga di Amerika Serikat yang dikenal memiliki prosedur kerja yang baik.

Umur dan kondisi pesawat yang mengalami kecelakaan pada saat take off juga bervariasi, bukan hanya menimpa pesawat berumur. Meski tidak menafikan faktor rendahnya harga tiket yang mungkin berujung pada kualitas pemeliharaan pesawat, namun menimpakan kecurigaan semata-mata hanya pada rendahnya biaya tiket yang berkorelasi dengan perawatan pesawat nampaknya tidaklah bijak.

Banyak faktor eksternal dan internal yang berpotensi menyebabkan kegagalan pengoperasian sebuah pesawat. Semoga tidak terjadi lagi musibah yang demikian.

KALNIRNAY 2004 PDF

Aerodinamika Pesawat Terbang

Anda di halaman 1dari 4 Cari di dalam dokumen Rabu, 13 Agustus - oleh : lahmudin Pada prinsipnya, pada saat pesawat mengudara, terdapat 4 gaya utama yang bekerja pada pesawat, yakni gaya dorong thrust T , hambat drag D , angkat lift L , dan berat pesawat weight W. Sedangkan pada saat pesawat take off dan landing, terjadi akselerasi dan deselerasi yang dapat dijelaskan menggunakan Hukum II Newton total gaya adalah sama dengan massa dikalikan dengan percepatan. Pada saat take off, pesawat mengalami akselerasi dalam arah horizontal dan vertikal. Pada saat ini, L harus lebih besar dari W, demikian juga T lebih besar dari D.

DIAMOND VC500 QUICK START GUIDE PDF

Aerodinamika (persamaan dasar)

Najind Stabilitas longitudinal dan kontrol dapat diperoleh dengan konfigurasi sayap lainnya, termasuk canard, sayap tandem dan pesawat berekor. Skip to content Person In Charge. Selain itu, mendapatkan validasi titik transisi di mana trip strip dipasang di permukaan sayap, ekor dan hidung pesawat dengan trebang visualisasi aliran sublimasi. Pengujian Puna Alap-Alap dalam Terowongan Angin Pengujian dilakukan untuk mendapatkan data koefisien aerodinamika model pesawat puna. Pengaturan lain dari empennage, seperti konfigurasi ekor-V, fitur stabilisator yang berkontribusi terhadap kombinasi stabilisasi dan kontrol longitudinal dan arah.

DESCARGAR LIBRO VERANEANDO EN ZAPALLAR PDF

Aerodinamika

Pergeseran pada lempengan datar mendekati linear dengan sudut kecondongan, berkebalikan kuadratik dengan tindakan pada sudut kecil. Rumus Newton dapat menggiring seseorang untuk percaya bahwa penerbangan lebih sukar daripada yang sebenarnya, karena salah memperkirakan pergeseran ini dan dengan demikian juga gaya dorong yang diperlukan, dan keadaan ini ikut serta menunda penerbangan manusia. Meski demikian, rumus ini lebih tepat digunakan untuk lempengan yang sangat ramping ketika sudut membesar dan pemisahan aliran terjadi, atau jika laju aliran tergolong supersonik. Pada tahun matematikawan Belanda - Swiss , Daniel Bernoulli menerbitkan Hydrodynamica, yang di dalamnya dia menjelaskan hubungan mendasar antara tekanan, kerapatan, dan kecepatan; khususnya prinsip Bernoulli , yakni metode untuk menghitung gaya angkat aerodinamik. Persamaan-persamaan Euler diperluas untuk menggabungkan efek-efek viskositas pada paro pertama dasawarsa an, menghasilkan persamaan-persamaan Navier—Stokes. Sir George Cayley diakui sebagai orang pertama yang mengenali empat gaya aerodinamik dalam penerbangan; yakni gaya berat , gaya angkat , gaya hambat , dan gaya dorong —dan hubungan di antara mereka. Cayley juga memperhatikan sifat bangun-bangun aerodinamik dengan gaya hambat yang rendah.

ANNE CALHOUN LIBERATING LACEY PDF

Kazrale Stall dalam penerbangan sayap tetap sering dialami sebagai pengurangan tiba-tiba di lift sebagai pilot meningkatkan sudut sayap serangan dan melebihi sudut kritis serangan yang mungkin karena memperlambat kecepatan stall bawah di tingkat penerbangan. Dictionary of Aeronautical Terms, third editionpage Pengujian aerodinamika pesawat peszwat dengan berbagai tujuan seperti mengetahui kinerja pesawat, stabilitas dan kontrol, flutter, store separation, slip stream, icing effect, ground effect, hinge moment dan sebagainya. Data didapatkan dari hasil pengukuran gaya dan momen reaksi model saat ditiup angin dalam seksi uji. Contoh umum dapat dilihat pada Piaggio P. Anda dapat membantu Wikipedia aerodinamikaa mengembangkannya.

Related Articles