ASKEP GGK NIC NOC PDF

Latar Belakang Sindrom nefrotik SN ialah keadaan klinis yang ditandai oleh proteinuria masif, hipoproteinemia, edema, dan dapat disertai dengan hiperlipidemia. Angka kejadian SN di Amerika dan Inggris berkisar antara per Semua penyakit yang mengubah fungsi glomerulus sehingga mengakibatkan kebocoran protein khususnya albumin ke dalam ruang Bowman akan menyebabkan terjadinya sindrom ini. Sindrom nefrotik pada tahun pertama kehidupan, terlebih pada bayi berusia kurang dari 6 bulan, merupakan kelainan kongenital umumnya herediter dan mempunyai prognosis buruk.

Author:Kekree Akijar
Country:Somalia
Language:English (Spanish)
Genre:Career
Published (Last):20 December 2019
Pages:267
PDF File Size:16.28 Mb
ePub File Size:8.63 Mb
ISBN:725-1-31332-346-9
Downloads:72052
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Vikinos



Latar Belakang Di negara maju, penyakit kronik tidak menular cronic non- communicablediseases terutama penyakit kardiovaskuler, hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit ginjal kronik, sudah menggantikan penyakit menular communicable diseases sebagai masalah kesehatan masyarakat utama. Gangguan fungsi ginjal dapat menggambarkan kondisi sistem vaskuler sehingga dapat membantu upaya pencegahan penyakit lebih dini sebelum pasienmengalami komplikasi yang lebih parah seperti stroke, penyakit jantung koroner,gagal ginjal, dan penyakit pembuluh darah perifer.

Kondisi ini biasanya ditandai oleh peningkatan konsentrasikreatinin serum atau azotemia peningkatan konsentrasi BUN blood Urea Nitrogen. Setelah cedera ginjal terjadi, tingkat konsentrasi BUN kembali normal, sehingga yang menjadi patokan adanya kerusakan ginjal adalah penurunan produksi urin. Peningkatan kadar kreatinin juga bisa disebabkan oleh obat-obatan misalnya cimetidin dantrimehoprim yang menghambat sekresi tubular ginjal.

Peningkatan nilai BUN juga dapat terjadi tanpa disertai kerusakan ginjal, seperti pada perdarahan mukosa atau saluran pencernaan, penggunaan steroid, pemasukan protein. Oleh karena itudiperlukan pengkajian yang hati-hati dalam menentukan apakah seseorang terkena kerusakan ginjal atau tidak.

Tujuan a. Tujuan khusus 1. Mahasiswa mampu menegakkan diagnosa keperawatan 3. Mahasiswa mampu mengimplementasikan rencana tindakan yang telah dibuat 5.

Penyakit Gagal Ginjal Akut 1. Pengertian Gagal ginjal akut adalah hilangnya fungsi ginjal secara mendadak dan hampir lengkap akibat kegagalan sirkulasi renal dan disfungsi tubular dan glomerular.

Ini dimanifestasikan dengan anuria, oliguria, atau volume urin normal. Gagal ginjal adalah Suatu syndroma klinis akibat kerusakan metabolik atau patologik pada ginjal yang ditandai dengan penurunan 2 fungsi yg nyata dan cepat disertai terjadinya azotemia.

Etiologi Sampe saat ini para praktisi klinik masih membagi etiologi Gagal Ginja Akut dengan tiga katagori meliputi: pra renal, renal dan pasca renal. Tiga kategori utama kondisi penyebab gagal ginjal akut adalah : a. Kondisi Pra Renal hipoperfusi ginjal Kondisi pra renal adalah masalah aliran darah akibat hipoperfusi ginjal dan turunnya laju filtrasi glumerulus. Kondisi klinis yang umum yang menyebabkan terjadinya hipoperfusi renal adalah : 1 Hipofolemik perdarahan post partum, luka bakar, kehilangan cairan dari gastro intestinal, pankreatitis, pemakaian diuritik berlebihan.

Kondisi Renal kerusakan aktual jaringan ginjal Penyebab intra renal gagal ginjal akut adalah kerusakan glumerulus atau tubulus ginjal yang dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini : 1 trauma langsung pada ginjal dan cedra akibat terbakar 2 iskemia pemakaian NSAID, kondisi syok pasca bedah.

Kondisi pascaRenal obstruksi aliran urin Kondisi pasca renal yang menyebabkan gagal ginjal akut biasanya akibat dari obstruksi di bagian distal ginjal. Obstruksi ini dapat disebabkan oleh kondisi-kondisi sebagai berikut : 1 obstruksi muara pesika urinaria: hipertropi prostat, karsinoma.

Patofisiologi Terdapat empat tahapan klinik dari gagal ginjal akut sebagai berikut : a. Periode Awal Merupakan awal kejadian penyakit dan diakhiri dengan terjadinya oliguria. Pada tahap ini untuk pertama kalinya gejala uremik muncul, dan kondisi yang mengancam jiwa seperti hiperkalemia terjadi. Periode Diuresis Pasien menunjukkan peningkatan jumlah urin secara bertahap, disertai tanda perbaikan glumerulus.

Nilai laboratorium berhenti meningkat dan akhirnya menurun. Tanda uremik mungkin masih ada, sehingga penatalaksanaan medis dan keperawatan masih diperlukan. Pasien harus dipantau ketat akan adanya dehidrasi selama tahap ini. Jika terjadi dehidrasi, tanda uremik biasanya meningkat. Pemeriksaan Laboratorium a. Urin 1 Darah : ureum, kreatinin, elektrolit, serta osmolaritas. Urine : lebih dari 7 ditemukan pada ISK. Pada NTA biasanya ada proteinuria minimal. Warna tambahan selular dengan pigmen kecoklatan dan sejumlah sel epitel tubular ginjal terdiagnostik pada NTA.

Tambahan warna merah diduga nefritis glomular. Darah : 1 Hb. Pemeriksaan penunjang 6 Pemeriksaan radiologis dilakukan bila ada kecurigaan adanya sumbatan pada saluran kemih.

Jika pemeriksaan tersebut tidak dapat menunjukkan penyebab dari gagal ginjal akut, maka dilakukan biopsi pengambilan jaringan untuk pemeriksaan mikroskopis 6. Pencegahan Untuk mengurangi risiko gagal ginjal kronis, cobalah untuk: a. Jika anda minum minuman beralkohol maka minumlah dengan tidak berlebihan akan tetapi sebaiknya anda menghindarinya b. Jika anda menggunakan obat tanpa resep yang dijual bebas. Ikuti petunjuk yang ada pada kemasannya. Menggunakan obat dengan dosis yang terlalu tinggi dapat merusak ginjal.

Jika anda memiliki sejarah keluarga dengan penyakit ginjal, tanyalah dokter anda obat apa yang aman bagi anda c. Jaga berat badan sehat anda dengan berolahraga rutin. Jangan merokok dan jangan memulai untuk merokok e. Kontrol kondisi medis anda dengan bantuan dokter jika kondisi tersebut meningkatkan risiko gagal ginjal. Penatalaksanaan Penatalaksanaan harus ditujukan kepada penyakit primer yang menyebabkan gagal ginjal akut tersebut, dan berdasarkan keadaan klinis yang muncul.

Mempertahankan keseimbangan cairan Penatalaksanaan keseimbangan cairan didasarkan pada pengukuran berat badan harian, pengukuran tekanan vena sentral, konsentrasi urin dan serum, cairan yang hilang, tekanan darah, dan status klinis pasien.

Masukan dan haluaran oral dan parenteral dari urin, drainase lambung, feses, drainase luka, dan perspirasi dihitung dan digunakan sebagai dasar untuk terapi penggantian cairan.

Penanganan hiperkalemia : Peningkatan kadar kalium dapat dikurangi dengan hal-hal berikut : 1 Glukosa, insulin, kalsium glukonat, natrium bikarbonat sebagai tindakan darurat sementara untuk menangani heperkalemia 2 Natrium polistriren sulfonat kayexalate terapi jangka pendek dan digunakan bersamaan dengan tindakan jangka panjang lain 3 Pembatasan diit kalium 4 Dialisis c.

Menurunkan laju metabolisme 1 Tirah baring 2 Demam dan infeksi harus dicegah atau ditangani secepatnya d. Merawat kulit 8 1 Masase area tonjolan tulang 2 Alih baring dengan sering 3 Mandi dengan air dingin f. Koreksi asidosis 1 Memantau gas darah arteri 2 Tindakan ventilasi yang tepat bila terjadi masalah pernafasan 3 Sodium bicarbonat, sodium laktat dan sodium asetat dapat diberikan untuk mengurangi keasaman g.

Dialisis Dialisis dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi gagal ginjal akut yang serius, seperti hiperkalemia, perikarditis, dan kejang. Dialisis memperbaiki abnormalitas biokimia, menghilangkan kecenderungan perdarahan, dan membantu penyembuhan luka. Pengkajian 1. Anamnesa a. Rm, tanggal masuk: penting juga kita kethui, supaya perawat tidak salah pasien, dan tanggal masuk masuk juga berperan untuk menadapatakan data apakah sudah ada perubahan atau semakin parah.

Identitas Penanggung Jawab : a. Terdiri dari Nama: penting kita ketahui untuk memudahkan perawat membeikan infomasi terhadap klien. Usia: penting juga kita ketahui, untuk kita mampu beradaptasi dengan keluarga klien. Jenis kelamin: juga perlu kita ketahui, untuk memudahkan perawat berkomunikasi dalam memberikan informasi kepada keluarga klien.

Riwayat Kesehatan : a. Riwayat Penyakit Sekarang Keluhan utama tidak bisa kencing, kencing sedikit, sering BAK pada malam hari, kelemahan otot atau tanpa keluhan lainnya.

Riwayat Penyakit Dahulu Adanya penyakit infeksi, kronis atau penyakit predisposisi terjadinya GGA serta kondisi pasca akut. Riwayat terpapar toksin, obat nefrotik dengan pengunan berulang, riwayat tes diagnostik dengan kontras radiografik.

Riwayat Kesehatan Keluarga Riwayat penyakit polikistik keluarga, nefritis herediter, batu urinarius atau yang lainnya. Pola kebutuhan a. Aktivitas dan istirahat Gejala : keletihan, kelemahan, malaise Tanda : Kelemahan otot, kehilanggan tonus b. Pernafasan Gejala : Nafas pendek Tanda : Tachipnea, dispnea, peninggkatan frekuensi dan kedalaman pernafasan kussmaul , nafas amonia, batuk produktif dengan sputum kental merah muda edema paru h.

Keamanan Gejala : ada reakti tranfusi Tanda : Demam sepsis, dehidrasi , ptechie, echimosis kulit, pruritus, kulit kering. DX: pola nafas tdk efektif DS : klien mengatakan. Diagnosa Keperawatan 1. Resiko tinggi pola nafas tidak efektif b. Resiko tinggi aritmia b. Resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan kelebihan cairan, ketidakseimbangan elektrolit, efek uremik pada otot jantung 5. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, vomitus, nausea.

Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik, keletihan. Intervensi 1. Monitor setatus cairan a. Jumlah dan tipe cairan turgor kulit membran pengganti ditentukan dari mukosa dan urine output keadaan status cairan. Auskultasi TD dan b. Hipotensi dapat terjadi pada timbang berat badan hipovolemik perubahan berat badan sebagai parameter dari terjadinya defisit cairan. Kaji warna kulit, suhu, c. Mengetahui adannya pengaruh sianosis, nadi perifer, dan pertahanan perifer diaforesis secara teratur d.

Program dialisis akan d. Program untuk dialisis. Pertahan pemberian e. Jalur yang paten penting untuk cairan intravena pemberian cairan secara cepat dan memudahkan perawat untuk melakukan kontrol intake dan output cairan 2.

Intervensi Rasional a. Penurunan curah jantung berhubungan dengan beban jantung yang meningkat 17 Tujuan: dalam waktu 2x24 ja, Penurunan curah jantung tidak terjadi dengan kriteria hasil : mempertahankan curah jantung dengan bukti tekanan darah dan frekuensi jantung dalam batas normal, nadi perifer kuat dan sama dengan waktu pengisian kapiler Intervensi Rasional a.

Auskultasi bunyi jantung dan paru. Untuk mengetahui Adanya takikardia frekuensi jantung tidak terjadinya penurunan curah teratur jantung b. Untuk mengetahui tingi TD b. Kaji adanya hipertensi akibat beban jantung yang Hipertensi dapat terjadi karena gangguan meningkat karena pada sistem aldosteron-renin-angiotensin peningkatan cairan disebabkan oleh disfungsi ginjal c.

Untuk mengetahui sekala c. Selidiki keluhan nyeri dada, perhatikan nyeri yang dirasakan dan lokasi, rediasi, beratnya skala mampu memprediksi lokasi dan tempatnya.

BUCHI EMECHETA THE JOYS OF MOTHERHOOD PDF

ASKEP GGK NIC NOC PDF

Latar Belakang Di negara maju, penyakit kronik tidak menular cronic non- communicablediseases terutama penyakit kardiovaskuler, hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit ginjal kronik, sudah menggantikan penyakit menular communicable diseases sebagai masalah kesehatan masyarakat utama. Gangguan fungsi ginjal dapat menggambarkan kondisi sistem vaskuler sehingga dapat membantu upaya pencegahan penyakit lebih dini sebelum pasienmengalami komplikasi yang lebih parah seperti stroke, penyakit jantung koroner,gagal ginjal, dan penyakit pembuluh darah perifer. Kondisi ini biasanya ditandai oleh peningkatan konsentrasikreatinin serum atau azotemia peningkatan konsentrasi BUN blood Urea Nitrogen. Setelah cedera ginjal terjadi, tingkat konsentrasi BUN kembali normal, sehingga yang menjadi patokan adanya kerusakan ginjal adalah penurunan produksi urin. Peningkatan kadar kreatinin juga bisa disebabkan oleh obat-obatan misalnya cimetidin dantrimehoprim yang menghambat sekresi tubular ginjal. Peningkatan nilai BUN juga dapat terjadi tanpa disertai kerusakan ginjal, seperti pada perdarahan mukosa atau saluran pencernaan, penggunaan steroid, pemasukan protein. Oleh karena itudiperlukan pengkajian yang hati-hati dalam menentukan apakah seseorang terkena kerusakan ginjal atau tidak.

EL LENGUAJE ESE DESCONOCIDO JULIA KRISTEVA PDF

Daftar Diagnosa Keperawatan NANDA, NOC dan NIC

Manifestasi kardiovaskuler Mencakup hipertensi akibat retensi cairan dan natrium dari aktivasi sistem renin-angiotensin- aldosteron , pitting edema kaki,tangan,sakrum , edema periorbital, Friction rub perikardial, pembesaran vena leher. Manifestasi dermatologi Warna kulit abu-abu mengkilat, kulit kering, bersisik, pruritus, ekimosis, kuku tipis dan rapuh, rambut tipis dan kasar. Manifestasi Pulmoner Krekels, sputum kental dan liat, napas dangkal, pernapasan Kussmaul d. Manifestasi Gastrointestinal Napas berbau amonia, ulserasi dan pendarahan pada mulut, anoreksia, mual,muntah, konstipasi dan diare, pendarahan saluran gastrointestinal e.

LARBURU PRONTUARIO PDF

Laporan Pendahuluan Askep Gagal Ginjal Kronik (GGK) pdf doc

Sedangkan gejala lebih lanjut dari gagal ginjal kronis adalah anoreksia, mual disertai muntah, nafas dangkal atau sesak nafas baik waktui ada kegiatan atau tidak, udem yang disertai lekukan, pruritis mungkin tidak ada tapi mungkin juga sangat parah. Selain itu tujuan penatalaksanaan adalah untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dan mencegah komplikasi-komplikasi untuk tubuh sebagai berikut: Askep Nanda,Nic,Noc Glomerulonefritis askep. Hemodialisis dan dialysis peritoneal dapat juga mengatasi asidosis Pengendalian hipertensi Pemberian obat beta bloker, alpa metildopa, dan vasodilator dilakukan. Gejala yang muncul pada sistem kardiovaskuler pada gagal ginjsl kronis biasanya mencakup hipertensi atau darah tinggi yang di akibatkan oleh retensi cairan dan natrium dari aktivasi system rennin-angiotenin-aldosteron, gagal jantung kongestif, dan edema pulmoner atau edema paru-paru yang di akibatkan oleh penumpukan cairan yang berlebihan di paru-paru dan perikarditis atau radang pada lapisan luar jantung yang di akibatkan oleh iritasi pada lapisan pericardial oleh toksin uremia. Gejala paling khas pasien CKD biasanya terjadi penurunan urin output dan penumpukan cairan atau edema pada ekstremitas atas maupun bawah. Perbandingan meninggi akibat pendarahan saluran cerna, demam, luka bakar luas, pengobatan steroid, dan obstruksi saluran kemih. Koreksi hiperkalemi Mengendalikan kalium darah sangat penting karena hiperkalemi dapat menimbulkan kematian mendadak.

Related Articles