JURNAL BRYOPHYTA PDF

Posting terkait: Pengertian Bryophyta ialah tanaman dengan struktur tubuh yang sel-sel penyusunnya telah terspesialisasi. Bryophyta ialah salah satu jenis kormophyta berspora selain dari ciri tumbuhan paku pterophyta. Bryophyta umumnya disebut tanaman lumut yang mampu bertahan hidup di darat dengan keadaan tempat tumbuh yang teduh dan juga lembab. Struktur Bryophyta Struktur bryophyta terdiri atas 8 bagian meliputi Vaginula ialah kaki sporogonium Apophysis ialah ujung seta yang melebar Sprangium ialah kotal spora Kaliptra ialah tudung kotak spora yang berasal dari dinding arkhegonium Kolumela ialah jaringan yang tidak menghasilkan spora Sperkulum ialah tutup kotak spora Peristom ialah gigi yang melungkari operkulum untuk mengeluarkan spora dalam kotak spora Klasifikasi Bryophyta Pada klasifikasi, bryophyta tergolong ke dalam tumbuhan kingdom plantae, divisio yaitu ialah bryophyta, dan terbagi menjadi atas 3 class yaitu ialah Hepaticopsida Hepaticae , Anthocerotopsida Anthocerotae dan juga Bryopsida Musci. Anthocerotopsida, hanya memiliki 1 satu ordo yaitu Anthocerotales.

Author:Akijind Kazikree
Country:Maldives
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):14 February 2012
Pages:469
PDF File Size:10.77 Mb
ePub File Size:7.76 Mb
ISBN:887-5-60427-655-3
Downloads:52956
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zulkilabar



Agus Salim, Drs. Shalawat dan salam penulis sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk menjadi rahmat sekalian alam. Seiring dengan itu, tidak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan motivasi dalam menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini menjelaskan secara ringkas mengenai Lumut Bryophyta. Penulis menyadari akan kekurangan dari makalah ini. Oleh karena itu, saran dan masukan dari berbagai pihak sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah ini dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat berguna bagi pembaca. Substrat yang umum dapat di tumbuhi lumut adalah pada pohon, kayu mati, kayu lapuk, serasah, tanah dan batuan dengan kondisi lingkungan lembab dan penyinaran yang cukup.

Kehidupan lumut dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti, suhu, kelembaban dan cahaya. Lumut yang hidup seperti pada pohon akan dipengaruhi oleh struktur permukaan kulit kayu atau tempat tersebut harus lembab dengan intensitas cahaya yang cukup Ariyanti, Lumut merupakan salah satu kelompok tumbuhan rendah dan bagian dari keanekaragaman hayati yang belum banyak mendapat perhatian Windadri, Ada Divisi Bryophyta dibagi menjadi tiga kelas, yaitu lumut hati Hepatophyta dengan spesies dan genus; lumut tanduk Anthocerotopyhta hanya spesies; dan lumut daun Bryopsida memiliki Bryophyta termasuk salah satu bagian kecil dari flora yang belum banyak tergali juga merupakan salah satu penyokong keanekaragaman flora.

Tumbuhan lumut tersebar luas dan merupakan kelompok tumbuhan yang menarik. Mereka hidup di atas tanah, batuan, kayu, dan kadang — kadang di dalam air. Lumut hati dan lumut daun yang hidup menyendiri biasanya tidak menarik.

Namun dapat tampak bahkan menarik jika tumbuh berkelompok. Pada umumnya jenis tumbuhan ini kurang beradaptasi pada kondisi kehidupan daratan, dan sebagian besar merupakan tumbuhan yang hidup pada lingkungan lembab dan terlindung. Meskipun demikian, lumut tertentu khususnya lumut sejati Bryopsida , dapat bertahan hidup pada musim kering. Pertumbuhannya mengalami peremajaan jika air tersedia kembali Tjitrosomo, Polytrichales merupakan lumut yang memiliki penyebaran yang luas di dunia beberapa yang telah dikenali sebanyak 19 genus dan lebih kurang spesies Schofield, Secara ekologis lumut berperan penting di dalam fungsi ekosistem.

Seperti lahan gambut sangat tergantung pada lapisan atau tutupan lumut. Sehingga keberadaan lumutsebagai penutup permukaan tanah juga mempengaruhi produktifitas, dekomposisi sertapertumbuhan komunitas di hutan Saw dan Goffinet, Richardson cit. Windadri dan Siti, melaporkan bahwa beberapa jenisanggota dari marga Polytrichum dimanfaatkan untuk memperindah taman di sekitar pura Saihoji di kaki Gunung Koinzan di sebelah barat Kyoto.

Selain itu Polytrichum digunakan sebagai indikator terhadap kondisi asam serta memiliki mineral dan unsur hara yang kaya Glime dan Saxene, Apakah yang dimaksud dengan lumut? Bagaimana siklus pertumbuhan dan perkembangan lumut Bryophyta? Apasaja macam — macam dari lumut Bryophyta?

Apakah lumut dapat dimanfaakan dalam kehidupan sehari — hari? Mengetahui apa yang dimaksud dengan lumut. Mengetahui siklus pertumbuhan dan perkembangan lumut Bryophyta 3. Mengetahui macam-macam lumut Bryophyta 4. Mengetahui macam — macam manfaat lumut dalam kehidupan sehari — hari. Pengertian lumut Secara ilmu tumbuhan, lumut termasuk Bryophyta, atau tumbuhan non vaskuler.

Lumut dapat dibedakan dari yang serupa liverworts Marchantiophyta atau Hepaticae dengan multisellular mereka rhizoid. Sebagai tambahan terhadap kekurangan suatu sistem vaskuler, lumut mempunyai gametophyte-dominant siklus hidup, yaitu.

Sporophytes diploid berumur pendek dan dependen pada atas gametophyte. Adapun ciri — ciri dari lumut ialah sebagai berikut : a Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof. Lumut tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifit. Jika pada hutan banyak pohon dijumpai epifit maka hutan demikian disebut hutan lumut.

Pada tumbuhan lumut terdapat Gametangia alat-alat kelamin yaitu: Alat kelamin jantan disebut Anteridium yang menghasilkan Spermatozoid. Alat kelamin betina disebut Arkegonium yang menghasilkan Ovum c Jika kedua gametangia terdapat dalam satu individu disebut berumah satu Monoesius. Jika terpisah pada dua individu disebut berumah dua Dioesius.

Gerakan spermatozoid ke arah ovum berupakan Gerak Kemotaksis, karena adanya rangsangan zat kimia berupa lendir yang dihasilkna oleh sel telur. Spora lumut bersifat haploid. Dalam daur hidupnya, lumut mengalami duafase kehidupan, yaitu fase gametofit haploid dan fase sporofit diploid. Alat perkembangbiakan jantan berupa antheridium dan alat perkembangbiakan betina berupa arkegonium. Siklus Hidup Lumut Lumut dan Bryophyta lain memiliki satu set kromosom haploid, beebrapa kromosom hidup dalam sebuah salinan sel yang unik.

Periode siklus hidup lumut secara lengkap, merusak kromosom, tetapi hal ini hanya pada sporofit. Lumut hidup diawali dari sebuah spora haploid, yang bertunas untuk memproduksi sebuah protonema, yang menumpuk filamen atau thalloid flat dan seperti thallus.

Ini merupakan tingkatan sementara dalam hidup lumut. Dari tangkai atau cabang berkembang organ sex lumut. Organ betina disebut archegonia archegonium dan terlindungi oleh kumpulan tangkai yang termodifikasi yang disebut perichaetum plural, perichaeta. Archegonia memiliki leher disebut venter dimana sperma jantan turun. Organ jantan disebut antheridia singular antheredium dan tertutup oleh modifikasi tangkai disebut perigonium plural, perigonia. Lumut bisa menjadi dioicous atau monoicous. Pada lumut dioicous, kedua organ sex, jantan dan betina terlahir pada gametofit tanaman.

Pada monoicous juga disebut autoicous lumut, mereka terlahir pada tanaman yang sama. Pada pengairan, sperma dari antheridia berjalan ke archegonia dan terjadi fertilisasi, mengawali produksi sporofit diploid. Sperma lumut adalah biflagellate, mereka memiliki dua flagella yang membantu sebagai daya pendorong. Tanpa air, fertilisasi tidak dapat terjadi. Setelah fertilisasi, sporofit mandul didorong keluar dari archegonial venter.

Ini membutuhkan kira-kira seperempat sampai setengah tahun untuk sporofit untuk matang. Badan sporofit terdiri dari gagang panjang, disebut seta, dan capsule disebut operculum. Kapsul dan operculum terlapisi oleh kaliptra yang merupakan sisa archegonial venter. Di dalam kapsul, sel-sel pereproduksi spora mengalami meiosis untuk membentuk spora haploid, dimana siklus dapat berjalan lagi.

Mulut capsule biasanya dikelilingi oleh set gigi disebut peristome. Ini mungkin tidak terjadi pada beberapa lumut. Pada beberapa lumut, struktur vegetatif hijau disebut gemmae yang diproduksi pada tangkai atau cabang, yang bisa merusak dan membentuk kembali tanaman tanpa perlu melalui fertilisasi. Ini disebut dengan reproduksi asexual. Perkembangan Lumut Perkembangan lumut secara singkat berlangsung sebagai berikut : spora yang kecil dan haploid, berkecambah menjadi suatu protalium yang pada lumut dinamakan protonema.

Protonema pada lumut ada yang menjadi besar, adapula yang tetap kecil. Pada protoneme ini terdapat kuncup-kuncup yang tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumutnya. Tubuh tumbuhan lumut berupa tallus seperti lembaran-lembaran daun hepaticae , atau telah mempunyai habitus seperti pohon kecil dengan batang dan daun-daunnya pada musci , tetapi padanya belum terdapat akar yang sesungguhnya, melainkan hanya rizoid-rizoid yang berbentuk benang-benang atau kadang-kadang memang telah menyerupai akar.

Pada tumbuhan inilah dibentuk gametangium. Setelah sel telur dibuahi oleh spermatozoid yang bentuknya seperti spiral atau alat pembuka gabus tutup botol dengan dua bulu cambuk itu, maka zigot tidak memerlukan waktu istirahat dulu tetapi terus berkembang menjdi embrio yang diploid.

Bagian bawah embrio dinamakan kakinya. Kaki masuk ke jaringan lumut yang lebih dalam dan berfungsi sebagai alat penghisap haustorium. Embrio itu lalu tumbuh merupakan suatu badan yang bulat atau jorong dengan tangkai pendek atau panjang dan seperti telah telah disebut di atas disebut sporogonium. Di dalam bagian yang bulat itu dibentuk spora, oleh sebab itu bagian tersebut juga disebut kapsul spora. Kapsul spora juga dianggap sinonim dengan sporogonium karena leher arkegonium amat sempit, maka sporogonium tidak dapat menembusnya dan bekas dinding arkegonium ikut terangkat dan merupakan tudung capsule spora.

Mengingat bentuknya seperti tudung akar, pada ujung akar dan mungkin juga mempunyai fungsi yang sama sebagai pelindung, maka bekas dinding arkegonium itu juga dinamakan kaliptra. Jaringan dalam Kapsul spora dinamakan arkespora. Arkespora membentuk sel induk spora, dan dari satu sel induk spora dengan pembelahan reduksi terjadilah 4 spora yang berkelompok merupakan tetrade. Seringkali pada pembentukan spora itu ditentukan pula jenis kelaminnya. Dari spora itu, bergantung pada macam sporanya, akan utmbuh lumut yang berumah satu atau berumah dua.

Spora itu membulat sebelum terpisah-pidah dan terlepas dari capsule spora. Reproduksi lumut bergantian antara seksual dengan aseksualnya, reproduksi aseksualnyadengan spora haploid yang dibentuk dalam sporofit, sedangkan reproduksi seksualnya denganmembentuk gamet — gamet, baik gamet jantan maupun gamet betina yang dibentuk dalam gametofit. Ada 2 macam gametangium, yaitu sebagai berikut: 1. Arkegonium adalah gametangium betina yang bentuknya seperti botol dengan bagian lebar yang disebut perut, bagian yang sempit disebut leher.

Anteredium adalah gametangium jantan yang berbentuk bulat seperti gada. Dinding anteredium terdiri dari selapis sel sel yang mandul dan didalamnya terdapat sejumlah sel induk spermatozoid.

Macam — Macam Lumut 2. Lumut hati Hepaticeae Lumut hati tubuhnya berbentuk lembaran, menempel di atas permukaan tanah, pohon atau tebing. Bentuk tubuhnya berupa lembaran mirip bentuk hati dan banyak lekukan. Tubuhnya memiliki struktur yang menyerupai akar, batang, dan daun. Hal ini menyebabkan banyak yang menganggap kelompok lumut hati merupakan kelompok peralihan dari tumbuhan Thallophyta menuju Cormophyta.

LIPI 6605 PDF

Jurnal Doc : bryophyta journal

Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode observasi dan hasilnya dianalisis secara deskriptif. Penelitian dilakukan dengan menentukan lokasi pengamatan dan menentukan batasan-batasan pada masing-masing ketinggian m dpl, m dpl dan m dpl. Mengambil sampel secara purposive sampling dengan membuat ukuran plot 1 x 1 m2 dan melakukan pengukuran faktor lingkungan yaitu klimatik dan factor edafik. Kemudian melakukan identifikasi jenis tumbuhan lumut lalu menghitung luas penutupan setiap jenis pada tiap plot sekaligus perhitungan luas penutupan seluruh jenis pada masing-masing plot. Mencatat jenis tumbuhan pelindung pada plot yang diamati. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dengan menentukan indeks keanekaragaman tumbuhan untuk menentukan keanekaragaman tumbuhan lumut di wilayah lereng selatan Merapi pasca erupsi.

BUGGERY ACT 1533 PDF

Pengertian Bryophyta : Ciri, Struktur, Manfaat dan Klasifikasinya

Terdapat sekitar Sphagnum: a. Cratoneuron filicinum, termasuk lumut daun yang mengandung senyawa untuk mengobati penyakit jantung. Haplocladium catillatum: mengobati pneumonia. Lumut hati dapat melakukan reproduksi aseksual dengan sel yang disebut gemma struktur seperti mangkuk yang terdapat di permukaan gametofit. Talus berbentuk lembaran, dan tidak dapat dibedakan akar, batang dan daunnya Tumbuh dikotom bercabang dua Reproduksi secara : a. Antheridium biasanya terbuka tidak teratur.

GURPS WWII RED TIDE PDF

Agus Salim, Drs. Shalawat dan salam penulis sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk menjadi rahmat sekalian alam. Seiring dengan itu, tidak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan motivasi dalam menyelesaikan makalah ini. Makalah ini menjelaskan secara ringkas mengenai Lumut Bryophyta. Penulis menyadari akan kekurangan dari makalah ini. Oleh karena itu, saran dan masukan dari berbagai pihak sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah ini dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat berguna bagi pembaca.

WEBSPHERE MESSAGE BROKER ADMINISTRATION GUIDE PDF

Search Menu Abstract Cyanobacteria are a large group of photosynthetic prokaryotes of enormous environmental importance, being responsible for a large proportion of global CO2 and N2 fixation. They form symbiotic associations with a wide range of eukaryotic hosts including plants, fungi, sponges, and protists. The cyanobacterial symbionts are often filamentous and fix N2 in specialized cells known as heterocysts, enabling them to provide the host with fixed nitrogen and, in the case of non-photosynthetic hosts, with fixed carbon. The best studied cyanobacterial symbioses are those with plants, in which the cyanobacteria can infect the roots, stems, leaves, and, in the case of the liverworts and hornworts, the subject of this review, the thallus. The symbionts are usually Nostoc spp. The host plant releases chemical signals that stimulate hormogonia formation and, by chemoattraction, guide the hormogonia to the point of entry into the plant tissue. Inside the symbiotic cavity, host signals inhibit further hormogonia formation and stimulate heterocyst development and dinitrogen fixation.

Related Articles